Profil Founder Sekolah Alam Surabaya

Agus Anang Fatoni

Founder Sekolah Alam Surabaya

 

Agus Anang Fatoni, Founder Sekolah Alam Surabaya atau lebih dikenal dengan SABAYA Talent-Based School adalah putra kelahiran Lamongan, 20 Agustus 1972. Beliau berkecimpung didunia pendidikan sejak tahun 1996, bergabung dengan SD Hangtuah 1 Surabaya dan SD Hangtuah 4 Surabaya hingga tahun 2000. Lulusan UNESA, Jurasan Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan angkatan tahun ’92. Sebelum masuk UNESA Beliau merupakan Lulusan Sekolah Menengah Seni Rupa Surabaya.

Pria dengan dua orang putra ini memiliki banyak ragam kegiatan yang digelutinya. Dengan background pendidikan Seni Rupanya, beliau tercatat sejak lulus SMSR langsung bergabung dengan Wijaya Dept Store sebagai Dekorator. Ditahun 1992 itu Dekorator masih sangat jarang sekali. Bukan hanya di Wijaya Dept Store, beliau juga tergabung dengan event organizer.

Pernah Bekerja sebagai Desainer/Crafter di Lalita Handicraft Surabaya mulai tahun 1996 – 2001. Organisasi Kepemudaan di Lamongan tentu menjadi bagian dari aktivitas yang juga digelutinya. Secara resmi memang tidak tercatat sebagai anggota Teatre Institute di UNESA, namun keseharian intaraksi dengan penggiat Teatre Intitute cukup dekat. Disaat yang sama (tahun 1994 – 2000) Beliau tergabung dengan Arcapadha Band (group Band Kampus) yang sebelumnya bernama Blash Band.

Mengenal dan tertarik Sekolah Alam untuk pertama kali, lewat tayangan TV swasta, yang saat itu menayangkan Sekolah Alam Ciganjur ( Bang Lendo Novo) dalam berkegiatan di alam. Namun karena memang belum populer sekolah alam saat, maka ketertarikan itu lewat begitu saja. Beliau merasa tertarik dengan Sekolah Alam karena pengalaman pribadi beliau sejak sekolah di SMSR dulu, bagaimana proses belajar di SMSR begitu santai, tidak terikat dalam kungkungan kelas. Memanfaatkan lingkungan sebagai obyek belajar. Itulah yang membuat beliau ingin mengembangkan sekolah yang memiliki fleksibiltas yang tinggi namun mampu mengantarkan prestasi belajar siswanya.

Hal tersebut dipraktekkannya saat 1996 mengajar di SD Hangtuah 1, saat itu beliau senang sekali mengajar ditempat terbuka, selasar kelas ataupun di taman taman sekolah. Inovasi pendekatan model pembelajar yang fun learning sering kali dipraktekan saat itu. Hingga tahun 2000, di Surabaya berdiri Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya. Beliau sangat antusias untuk bergabung disana, kesempatan itu datang di tahun 2001 beliau bergabung dengan SAIMS pada saat itu.

Pertama kali mengajar di SAIM, beliau dipercaya untuk mengajar di kelas 1 SD hingga 4 tahun lamanya. Setelah itu digeser ke kelas 4 SD, yang kemudian balik lagi ke kelas 1 SD. Dalam beberapa tahun beliau juga pernah mengajar di TK untuk bidang seni rupa/ketrampilan. Tahun 2010 – 2016 Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Dasar SAIMS. Selama menjadi Kepala Sekolah, beliau juga sangat sering mendapat amanah untuk menjadi pemateri tentang pendidikan berbasis lingkungan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan juga oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Saat menjadi Kepala Sekolah inilah, beliau ikut serta aktif dikepengurusan Jaringan Sekolah Alam Nusantara.

Beberapa penghargaan pernah ditorehkan oleh beliau bersama seluruh civitas SAIM, mulai dari best practise pendidikan karakter tingkat Nasional, Best program Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur hingga tingkat Nasional dan Mandiri. Meraih penghargaan untuk Kepala Sekolah terbaik dalam Program pendidikan Global Warming 2012 yang diselenggarakan oleh Panasonic award. Pernah aktif sebagai Instruktur Nasional K13 yang diberangkat dari LPMP Jawa Timur yang selanjutnya mendampingi sekolah sekolah percontohan K13 untuk Jawa Timur daerah timur.

Disamping menjadi Instruktur Nasional, maupun pembicara untuk sekolah Adiwiyata, beliau yang pernah belajar Neoru Linguistic Program (NLP) mulai tingkat basic, master hingga coach ini juga aktif menjadi instruktur outbound untuk sekolah dan perusahan. Bersama teman temannya mendirikan lembaga pelatihan Lentera Institute. Beliau juga tergabung dengan pengembang Kleco Water Tubing di Pacet Mojokerto. Pernah belajar di Magister Psikologi UNTAG 45 namun beliau tidak  menyelesaikannya.

Tahun 2017, selepas beliau keluar dari SAIM. Beliau mendidirikan Sekolah Alam Surabaya yang mendeklair bahwa akan melakukan pendekatan pendidikan lewat talents para siswanya. Berbagai kegiatan di tawarkan di Sekolah Alam Surabaya, disamping itu kebutuhan networking yang tinggi untuk era sekarang ini. maka konsep yang beliau kembangkan belajar dari sang ahli (maestro) menjadi sebuah program yang dijanjikan di Sekolah Alam Surabaya ini. Beliau berkeinginan untuk bisa bersinergi dengan banyak lembaga agar pendidikan generasi bangsa ini bisa dilakukan optimalisasi sesuai dengan kekayaan ragam budaya bangsa Indonesia.