Berburu Rejeki dan Pendidikan dalam kehidupan

Setiap hari, kita berlomba mencari celah jalan diantara ribuan kendaraan lainnya.. dengan berbagai alasan kita mencoba memacu kendaraan,untuk saling mendahului satu sama lainnya...
Satu yang pasti bahwa kita harus bergerak untuk hidup..
Ada yang bekerja
Ada yang bersekolah
Ada yang ke Rumah sakit
Ada pula mungkin yang sekedar keluar untuk jalan jalan... itulah jalan di jalan raya....

Belajar dari Alam

Kita sering mengajarkan anak dengan melihat video+bacaan+dongeng... cara berempati lewat tayangan atau pendengaran.. menjadikan anak-anak mudah terenyuh, termotivasi... namun masih hanya dalam ranah pemikiran....karena mereka tidak meraba, bersentuhan langsung dgn kondisi yang ada...
 
Sangat diperlukan untuk menumbuhkan empati adalah dengan melakukan dan tidak hanya dengan melihat saja...Ayo kita dekatkan anak dengan alamnya.. agar mereka tahu dan merasakan tetesan air mata Seorang wanita tua dipanti jompo yg menggulir dipundak mereka....
biarkan mereka merasakan kerasnya batu pantai agar mereka tahu bahwa yang keras itu juga bisa terkikis dengan lembutnya air....
 
Biarkan mereka mencium aroma segarnya bunga agar mereka tahu bagaimana berada diantara busuknya sampah yg sangat mengganggu....
Intinya: mendekatkan alam, merasakan alam adalah bagian terpenting dari pendidikan anak-anak jaman sekarang.Mereka tidak tau bahwa ketika naruto saling bertinju itu sesungguhnya sangat sakit bila dirasakan, karena dia tau setiap tendangan yg dilihatnya mampu ditahan...bagaimana tom and jerry saling memukul yg kemudian badannya balik utuh... membuat anak tidak tau akibat dari sebuah perkelahian...
 
Ayo kita kembalikan anak2 didik kita menjadi generasi yg bukan hanya pandai merasa dan mengkritisi... tapi lebih dari itu ayo kita dampingi mereka untuk bisa berempati dan berbuat nyata untuk kehidupannya...Selamat merencanakan pendidikan yang terbaik untuk generasi kita selanjutnya...Semoga kita mampu menjalankan amanah sebagai seorang GURU ataupun orangtua... Dan itu benar2 tercatat sebagai amalan kita di hadapan ALLAH, bukan hanya baik dihadapan Manusia.... Semoga Allah selalu membimbing kita dan semoga kita semua bisa saling mengingatkan dalam kebaikan..
 
Oleh Agus Anang Fatoni
2 Juni 2016
Founder Sekolah Alam Surabaya

Tentang Homeschooling

Apakah Anda orangtua yang kini sedang mempertimbangkan homeschooling untuk pendidikan putra-putri Anda? Komunitas homeschooling adalah komunitas yang masih minoritas. Jika kita ingin menerapkannya untuk putra-putri kita, tentu kita harus mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Agar planning kita semakin mantap, dan ketika ada hambatan di depan, kita memilikibasic untuk terus menjalankannya.

Bagi Anda para orangtua yang kini tengah mengkaji lebih dalam tentang model pembelajaranhomeschooling atau pembelajaran yang berbasis rumah, berikut ini adalah informasi yang mungkin saja Anda butuhkan mengenai legalitas homeschooling di Indonesia.

A. IJAZAH

Siswa yang memilih homeschooling akan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikeluarkan oleh DEPDIKNAS yaitu :

  • Paket A setara SD
  • Paket B setara SMP
  • Paket C setara SMU

Ijazah ini dapat digunakan untuk meneruskan pendidikan ke sekolah formal yang lebih tinggi bahkan ke luar negeri sekalipun. Bahkan pada beberapa komunitas homeschooling di Indonesia menginduk pada homeschooling di Amerika Serikat, sehingga ijazah yang mereka dapatkan adalah ijazah internasional.

Jika pada saatnya putra-putri Anda telah siap mengikuti ujian, Anda bisa mengikutsertakannya dalam ujian negara. Akan tetapi, jika Anda merasa bahwa ijazah tidak penting, tidak ikut ujian pun tidak mengapa.

B. LEGALITAS

Legalitas mengenai keberadaan homeschooling di Indonesia dijamin oleh Undang – Undang, yaitu :

  • UUD 45 Pasal 31. Ayat (1) : Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
  • UUD 45 Pasal 31. Ayat (2) : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
  • UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 27 :

Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.
Hasil Pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) diakui sama dengan pendidikan formal dan non formal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

Dalam hal ini, Pemerintah tidak mengatur standar isi dan proses pelayanan informal kecuali standar penilaian apabila akan disetarakan dengan pendidikan jalur formal dan nonformal sebagaimana yang dinyatakan pada UU No. 20/23, pasal 27 ayat (2).

 

Tulisan diambil dari:

https://www.rumahbunda.com/education/legalitas-homeschooling-di-indonesia/